Gencatan Senjata Sementara

Hingga Senin sore, 22 Desember 2025, pertemuan darurat Menteri Luar Negeri ASEAN di Kuala Lumpur telah menghasilkan beberapa kesepakatan awal untuk meredakan konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja.

Berikut adalah poin-poin hasil sementara dari perundingan tersebut:

1. Kesepakatan Gencatan Senjata Sementara

  • Kedua belah pihak setuju untuk melakukan gencatan senjata sementara (de-eskalasi) yang mulai berlaku efektif pada tengah malam nanti untuk memberikan koridor bagi bantuan kemanusiaan.
  • Pemerintah Thailand dan Kamboja sepakat untuk menarik mundur artileri berat sejauh 5-10 km dari garis perbatasan yang disengketakan guna mencegah insiden tembakan susulan.

2. Pembentukan Tim Pemantau Independen

  • ASEAN akan mengirimkan Tim Pemantau Penjaga Perdamaian (unarmed observers) yang terdiri dari perwakilan Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Tim ini akan ditempatkan di titik-titik panas perbatasan, termasuk di sekitar Kuil Preah Vihear dan wilayah dekat Poipet, untuk memastikan kedua belah pihak mematuhi gencatan senjata.

3. Investigasi Tuduhan Senjata Kimia

  • Menanggapi tuduhan Kamboja mengenai penggunaan gas beracun, pertemuan ini menyepakati pembentukan tim investigasi teknis yang melibatkan pakar internasional untuk melakukan verifikasi di lapangan guna mencegah disinformasi yang memperkeruh suasana.

4. Pembukaan Jalur Kemanusiaan

  • Akan dibuka jalur aman bagi pengungsi di wilayah perbatasan (termasuk Poipet) untuk mendapatkan akses makanan dan obat-obatan yang dikelola oleh Palang Merah Internasional dan badan kemanusiaan negara-negara ASEAN.

5. Kelanjutan Dialog

  • Meskipun gencatan senjata disepakati, sengketa kedaulatan wilayah belum diputuskan. Pertemuan tingkat tinggi (KTT) susulan antara Perdana Menteri kedua negara dijadwalkan akan dilakukan pada Januari 2026 sebagai langkah diplomasi jangka panjang.

Situasi di Poipet saat ini:
Meskipun hasil pertemuan di Kuala Lumpur memberikan harapan, warga di Poipet diimbau tetap waspada hingga perintah gencatan senjata resmi diterima oleh komandan militer di garis depan pada tengah malam nanti. Anda dapat terus memantau perkembangan terbaru melalui saluran berita resmi ASEAN.

Similar Posts