hokipalace - Uni Eropa dan India Sepakati Perjanjian Perdagangan Bebas Terbesar di Tengah Ketidakpastian Global

Uni Eropa dan India Sepakati Perjanjian Perdagangan Bebas Terbesar di Tengah Ketidakpastian Global

Uni Eropa (UE) dan India resmi menyepakati perjanjian perdagangan bebas pada Selasa waktu setempat. Kesepakatan ini menjadi perjanjian terbesar yang pernah dicapai kedua pihak, di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan dari mitra dagang utama mereka, Amerika Serikat.

“Kita berhasil. Kita telah mewujudkan perjanjian terbesar sepanjang masa,” ujar Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen kepada wartawan di New Delhi.

Dalam pernyataannya, Komisi Eropa menyebut kesepakatan ini akan memperkuat hubungan ekonomi dan politik antara UE yang beranggotakan 27 negara dengan India, ekonomi terbesar keempat dunia. Perjanjian tersebut dinilai penting di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan tantangan ekonomi global, sekaligus menegaskan komitmen bersama terhadap perdagangan terbuka dan berbasis aturan.

“Kami mengirimkan sinyal kepada dunia bahwa kerja sama berbasis aturan masih mampu menghasilkan hasil yang luar biasa,” kata von der Leyen.

Kesepakatan ini dicapai di tengah kebijakan perdagangan Amerika Serikat yang dinilai tidak menentu. Presiden AS Donald Trump sebelumnya sempat mengancam akan mengenakan tarif lebih tinggi terhadap negara-negara Eropa terkait isu Greenland, meski ancaman itu kemudian ditarik. AS saat ini merupakan pasar ekspor terbesar Uni Eropa.

Trump juga telah memberlakukan tarif tambahan sebesar 25 persen terhadap India pada Agustus lalu, sebagai sanksi atas impor minyak dan gas Rusia, melengkapi tarif serupa yang telah diumumkan sebelumnya.

Saat ini, nilai perdagangan barang dan jasa antara Uni Eropa dan India mencapai lebih dari €180 miliar per tahun, dengan perdagangan barang hampir dua kali lipat dalam satu dekade terakhir.

Perundingan perjanjian perdagangan UE–India sebenarnya telah dimulai sejak 2007, namun sempat terhenti sebelum kembali diluncurkan pada 2022. Pekan lalu, von der Leyen menyinggung kesepakatan ini saat berbicara di Davos mengenai perlunya membangun “bentuk baru kemerdekaan Eropa” di tengah guncangan geopolitik global.

Perjanjian ini menyusul kesepakatan perdagangan Uni Eropa dengan Mercosur, blok perdagangan Amerika Selatan. Di sisi lain, India juga aktif menandatangani sejumlah perjanjian dagang dengan berbagai negara sepanjang 2025.

Komisi Eropa memperkirakan perjanjian ini akan menggandakan ekspor barang Uni Eropa ke India pada 2032 melalui penghapusan dan pengurangan tarif. Tarif India untuk mobil Eropa akan diturunkan secara bertahap dari 110 persen menjadi 10 persen, sementara tarif untuk mesin, bahan kimia, dan produk farmasi sebagian besar akan dihapus.

Tarif anggur asal Uni Eropa akan turun dari 150 persen menjadi 75 persen, sebelum akhirnya menjadi 20 persen. Sementara itu, tarif minyak zaitun Eropa akan diturunkan dari 45 persen menjadi nol dalam jangka waktu lima tahun.

Sebaliknya, Uni Eropa juga akan menurunkan tarif untuk berbagai produk asal India, yang diperkirakan menguntungkan sektor-sektor padat karya seperti tekstil, teh, rempah-rempah, permata, dan perhiasan.

Meski demikian, ekonom senior Oxford Economics Daniel Kral menilai kesepakatan ini lebih memiliki makna simbolis di tengah dunia yang semakin proteksionis, dan kemungkinan tidak akan memberikan lonjakan besar bagi pertumbuhan ekonomi kedua pihak.

Perjanjian perdagangan bebas ini masih harus melalui sejumlah tahapan hukum sebelum resmi diberlakukan.

Similar Posts