hokipalace - Krisis Penurunan Angka Kelahiran di Tiongkok

Krisis Penurunan Angka Kelahiran di Tiongkok

Tiongkok menghadapi masalah serius penurunan angka kelahiran, meskipun sudah 10 tahun menghapus kebijakan satu anak. Banyak pasangan muda enggan memiliki lebih banyak anak karena biaya hidup tinggi, pengangguran anak muda, dan beban merawat orang tua lansia.

Akibat kebijakan satu anak selama puluhan tahun, Tiongkok kini mengalami:

  • Populasi menyusut sejak 2022
  • Penduduk lansia meningkat tajam, lebih dari 20% berusia di atas 60 tahun
  • Banyak keluarga hanya punya satu anak yang harus menanggung orang tua mereka sendiri

Pemerintah Tiongkok telah mencoba berbagai cara untuk mendorong kelahiran, seperti:

  • Bantuan uang tunai untuk keluarga
  • Cuti melahirkan lebih lama
  • Pendidikan prasekolah gratis
  • Rencana menggratiskan biaya persalinan
  • Pajak tambahan pada alat kontrasepsi

Namun, banyak warga merasa bantuan tersebut tidak cukup karena biaya membesarkan anak tetap sangat mahal, terutama di kota besar. Selain itu, perempuan muda semakin menunda menikah dan punya anak karena ingin fokus pada pendidikan dan karier, serta menolak beban ganda antara bekerja dan mengurus rumah tangga.

Para ahli menilai dampak krisis ini sangat besar, seperti:

  • Kekurangan tenaga kerja
  • Beban ekonomi untuk merawat lansia
  • Ancaman bagi pertumbuhan ekonomi dan kekuatan global Tiongkok

Sebagian pakar bahkan menyebut penurunan angka kelahiran ini sulit dibalikkan, karena dampak kebijakan masa lalu sudah terlalu dalam.

Similar Posts