hokipalace - Iran Sindir Trump Jelang Ultimatum Hormuz, Ketegangan dengan AS Kian Memanas

Iran Sindir Trump Jelang Ultimatum Hormuz, Ketegangan dengan AS Kian Memanas

Juru bicara markas pusat Khatam al-Anbiya Iran, Ebrahim Zolfaghari, melontarkan sindiran tajam kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjelang batas waktu ultimatum pembukaan Selat Hormuz.

Dalam pernyataan video berbahasa Inggris, Zolfaghari menggunakan frasa “You’re fired!”—ungkapan populer yang identik dengan Trump saat membawakan acara televisi The Apprentice—sebagai bentuk ejekan terhadap pemimpin AS tersebut.

Ketegangan antara Iran dan AS semakin meningkat setelah Teheran menegaskan siap melancarkan serangan balasan keras jika Washington tetap melanjutkan ancaman terhadap infrastruktur energi mereka.

Dalam pernyataan terpisah, pihak militer Iran mengklaim telah menargetkan sejumlah aset strategis AS di kawasan Teluk, termasuk pangkalan udara Pangeran Sultan di Arab Saudi serta Armada Kelima AS yang berbasis di Bahrain, menggunakan rudal dan drone.

Mereka juga menyebut fasilitas tersebut sebagai titik penting operasi militer Amerika, termasuk penempatan pesawat pengintai. Namun, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan belum mendapat tanggapan resmi dari pihak AS maupun Israel.

Selain itu, Korps Garda Revolusi Islam menegaskan bahwa ancaman terhadap fasilitas listrik dimaksudkan sebagai langkah pencegahan. Iran menyatakan akan membalas secara setara jika infrastruktur energi mereka diserang.

Pihak Iran juga membantah tuduhan bahwa mereka berencana menyerang fasilitas sipil seperti instalasi air di kawasan Teluk. Sebaliknya, mereka menuduh pihak lawan lebih dulu menyerang target sipil seperti rumah sakit, sekolah, dan pusat bantuan.

Iran menegaskan akan menerapkan prinsip balasan setimpal terhadap setiap ancaman yang diterima, serta memperingatkan bahwa kemampuan militernya belum sepenuhnya diketahui oleh Amerika Serikat.

Dengan retorika yang semakin keras dari kedua pihak, situasi di kawasan Timur Tengah berpotensi semakin memanas, terutama jika ultimatum terkait Selat Hormuz tidak menemukan titik temu.

Similar Posts