Veteran Denmark Kecam Kedubes AS Usai Copot Bendera Penghormatan Tentara Gugur di Afghanistan
Para veteran militer Denmark mengecam Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Kopenhagen setelah puluhan bendera nasional Denmark yang dipasang untuk menghormati tentara Denmark yang gugur di Afghanistan dicopot dari area depan misi diplomatik tersebut.
Insiden itu terjadi di halaman depan kompleks Kedubes AS di Kopenhagen pada Selasa (27/1) waktu setempat, seperti dilaporkan AFP, Sabtu (31/1/2026).
Aksi pencopotan bendera ini terjadi tidak lama setelah Presiden AS Donald Trump menuai kecaman dari sejumlah negara sekutu dengan pernyataannya yang meremehkan peran pasukan NATO non-AS dalam perang di Afghanistan. Dalam sebuah wawancara pekan lalu, Trump menyebut pasukan NATO berada “agak di belakang, sedikit di luar garis depan”.
Sebagai respons atas pernyataan tersebut, sebanyak 44 bendera mini Denmark dipasang di taman bunga di luar kompleks Kedubes AS. Setiap bendera mencantumkan nama satu dari 44 tentara Denmark yang tewas selama misi di Afghanistan.
Namun, sebuah video yang dirilis media lokal Denmark memperlihatkan staf Kedubes AS mencopot bendera-bendera tersebut pada Rabu (28/1) pagi. Tindakan itu langsung memicu kemarahan dan kritik luas, terutama dari kalangan veteran militer Denmark.
Dalam tanggapan awal kepada media lokal, Kedubes AS menyatakan bendera-bendera tersebut dicopot karena dipasang tanpa koordinasi dengan pihak kedutaan. Dalam pernyataan kepada AFP, Kedubes AS menjelaskan bahwa barang-barang seperti bendera, spanduk, dan papan penanda kerap ditinggalkan di sekitar kedutaan setelah aksi unjuk rasa dan biasanya dibersihkan oleh petugas keamanan di akhir giliran kerja, meski tidak dilarang.
Kedubes AS menyebut pencopotan bendera pada Selasa (27/1) dilakukan sesuai dengan kebijakan tersebut. Namun, setelah gelombang kritik bermunculan, pernyataan itu kemudian ditarik kembali.
Sejumlah politisi dan perwakilan veteran Denmark mengecam keras tindakan tersebut. Ketua Asosiasi Veteran Denmark, Carsten Rasmussen, menyebut langkah Kedubes AS sebagai tindakan yang tidak perlu dan provokatif.
“Itu adalah tindakan yang tidak perlu, yang oleh banyak warga Denmark dianggap sebagai provokasi,” ujar Rasmussen kepada AFP. Ia menambahkan, jika pihak Kedubes AS memahami konteks dan situasi di Denmark, mereka akan mengerti makna simbolis pemasangan bendera tersebut.
Rasmussen juga mengatakan banyak pihak di Denmark memandang pernyataan Trump tentang pasukan NATO sebagai bentuk “pengkhianatan” terhadap para prajurit yang pernah bertempur bersama di Afghanistan.
Menyusul ramainya pemberitaan dan kecaman publik, bendera-bendera Denmark kembali dipasang di lokasi yang sama pada Rabu (28/1). Pada sore harinya, ratusan bendera kecil Denmark terlihat memenuhi taman bunga di depan kompleks Kedubes AS.
Dalam pernyataan terbarunya kepada AFP, Kedubes AS menyatakan bahwa bendera-bendera tambahan yang dipasang setelah insiden tersebut “saat ini tetap berada di tempat dan akan dibiarkan terpasang”.
