hokipalace - William dan Kate Soroti Dokumen Epstein, Tekanan terhadap Paman Raja Charles Kian Menguat

William dan Kate Soroti Dokumen Epstein, Tekanan terhadap Paman Raja Charles Kian Menguat

Pangeran dan Putri Wales menyatakan keprihatinan mendalam atas pengungkapan terbaru dalam dokumen terkait Jeffrey Epstein yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara Istana Kensington kepada wartawan di Riyadh, menjelang kunjungan resmi Pangeran William ke Arab Saudi.

Menurut juru bicara, pasangan tersebut “sangat prihatin” terhadap perkembangan yang terus bergulir dan menegaskan bahwa perhatian mereka tetap tertuju pada para korban.

Kunjungan William ke Arab Saudi selama tiga hari dinilai sebagai misi diplomatik penting. Ia dijadwalkan bertemu dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS), sosok yang memimpin secara de facto kerajaan tersebut. Hubungan Inggris dan Arab Saudi belakangan semakin erat, meskipun tetap dibayangi kritik internasional terkait isu hak asasi manusia dan kontroversi seputar pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada 2018.

Dalam dokumen terbaru yang dirilis, muncul foto yang memperlihatkan MBS bersama Epstein. Gambar tersebut disebut dibagikan dalam percakapan pesan grup pada 2016. Namun, tidak ada kejelasan mengenai waktu, lokasi, maupun konteks pengambilan foto, serta tidak ada bukti yang menunjukkan adanya pelanggaran hukum.

Dokumen itu juga mencantumkan email Epstein yang merujuk pada pertemuan dengan MBS pada 30 September 2018, dua hari sebelum pembunuhan Khashoggi di Istanbul.

Di Inggris, sorotan kembali tertuju pada Andrew Mountbatten-Windsor, saudara Raja Charles III. Ia termasuk tokoh publik yang kembali mendapat tekanan akibat kaitannya dengan Epstein. Kepolisian Inggris menyatakan tengah “menilai” klaim bahwa Andrew pernah membagikan laporan rahasia kepada Epstein saat menjabat sebagai utusan perdagangan Inggris.

Andrew sebelumnya membantah melakukan pelanggaran apa pun. Ia juga belum memberikan tanggapan publik terkait tuduhan terbaru ini.

Kontroversi ini menambah kompleksitas kunjungan William ke Timur Tengah. Sebagai pewaris takhta, ia diharapkan memperkuat hubungan bilateral tanpa terseret dinamika politik, termasuk pertanyaan mengenai pamannya yang terus membayangi keluarga kerajaan.

Hubungan Andrew dengan Epstein telah menyebabkan pencabutan gelar kerajaan dan kediamannya oleh Raja Charles pada Oktober lalu. Ia kini tidak lagi menyandang gelar resmi dan telah meninggalkan Royal Lodge di Windsor.

Dalam dokumen yang dirilis, terdapat pula foto-foto yang disebut menampilkan Andrew dalam situasi kompromi, meski tanpa keterangan waktu dan tempat yang jelas. Selain itu, email yang terungkap tampaknya menguatkan keaslian foto dirinya bersama Virginia Giuffre, salah satu korban Epstein yang menuduh Andrew melakukan pelecehan saat ia masih remaja.

Andrew membantah tuduhan tersebut, namun pada 2022 mencapai penyelesaian hukum dengan Giuffre tanpa mengakui kesalahan. Ia mengakui penderitaan Giuffre sebagai korban perdagangan seks.

Sementara itu, Kepolisian Thames Valley juga tengah menilai klaim lain bahwa seorang perempuan kedua diduga diperdagangkan ke Inggris untuk bertemu Andrew pada 2010. Polisi menyatakan belum menerima laporan resmi dari pihak yang bersangkutan, tetapi menegaskan setiap dugaan kejahatan seksual akan ditangani secara serius.

Duke of Edinburgh menjadi anggota keluarga kerajaan pertama yang berbicara terbuka mengenai dokumen tersebut. Ia menekankan pentingnya selalu mengingat para korban di tengah berkembangnya kasus ini.

Perkembangan terbaru ini kembali menempatkan keluarga kerajaan Inggris dalam sorotan, dengan tekanan publik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Similar Posts