Thailand Bebaskan 18 Tentara Kamboja
Thailand membebaskan 18 tentara Kamboja pada hari Rabu setelah kedua negara menyepakati gencatan senjata baru pada akhir pekan. Pembebasan ini membantu meredakan ketegangan setelah konflik perbatasan yang berlangsung sekitar 20 hari.
Selama konflik tersebut, sedikitnya 101 orang tewas dan lebih dari 500.000 warga sipil mengungsi dari wilayah perbatasan kedua negara. Bentrokan melibatkan serangan udara, tembakan roket, dan artileri, sehingga situasi menjadi sangat serius.
Para tentara Kamboja dibebaskan setelah 155 hari ditahan di Thailand dan diserahkan di pos perbatasan. Pemerintah Thailand menyatakan bahwa para tentara tersebut diperlakukan sesuai dengan hukum dan prinsip kemanusiaan internasional.
Sebelumnya, gencatan senjata yang dimediasi oleh Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim sempat gagal, sehingga pertempuran kembali terjadi. Dalam kesepakatan terbaru, Thailand berjanji membebaskan tentara Kamboja jika gencatan senjata bertahan selama 72 jam.
Pembebasan sempat tertunda karena Thailand menuduh Kamboja melanggar gencatan senjata, namun tuduhan itu dibantah oleh Kamboja. Akhirnya, para tentara tetap dipulangkan dengan pengawasan Palang Merah Internasional.
Peristiwa ini dianggap sebagai langkah penting menuju perdamaian dan stabilitas di perbatasan Thailand–Kamboja.
