hokipalace - Dunia Catat Rekor Terpanjang Tanpa Uji Coba Nuklir, Namun Ancaman Baru Mengintai

Dunia Catat Rekor Terpanjang Tanpa Uji Coba Nuklir, Namun Ancaman Baru Mengintai

Dunia melewati tonggak sejarah penting dalam era nuklir pekan ini. Untuk pertama kalinya sejak dimulainya era senjata nuklir pada 1945, planet ini mencatat periode terpanjang tanpa satu pun uji coba nuklir—sebuah capaian yang dinilai positif di tengah meningkatnya retorika ancaman nuklir dari sejumlah negara besar.

“Hingga hari ini, dunia telah melewati delapan tahun, empat bulan, dan 11 hari tanpa uji coba nuklir. Mulai sekarang, setiap hari tanpa ledakan nuklir akan mencetak rekor baru,” tulis ilmuwan senior Union of Concerned Scientists (UCS), Dylan Spaulding, dalam unggahan blognya, Rabu.

Tonggak ini menandai periode terpanjang tanpa ledakan nuklir sejak Amerika Serikat melakukan uji coba Trinity pada 16 Juli 1945 di Alamogordo, New Mexico—yang kemudian diikuti pengeboman atom Hiroshima dan Nagasaki pada akhir Perang Dunia II. Uji coba nuklir terakhir di dunia dilakukan Korea Utara pada 3 September 2017.

Rekor sebelumnya tercatat antara 30 Mei 1998, saat Pakistan melakukan uji coba nuklir terakhirnya, hingga 3 Oktober 2006, ketika Korea Utara menggelar uji coba pertamanya.

Meski demikian, Spaulding mengingatkan bahwa capaian tersebut sangat rapuh, terutama di tengah ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk kembali melakukan uji coba nuklir.

“Membuka kembali kotak Pandora ini tidak perlu dan tidak bijaksana,” tulisnya, seraya memperingatkan bahwa uji coba nuklir berpotensi memicu persaingan, ketidakstabilan, dan ketidakpastian global.

Kekhawatiran tersebut diperkuat oleh pernyataan Trump yang menyatakan kesediaannya membiarkan Perjanjian Pembatasan Senjata Strategis Baru (START) antara AS dan Rusia berakhir pada 5 Februari. Perjanjian ini membatasi jumlah hulu ledak nuklir yang dapat dikerahkan masing-masing negara.

Menurut Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), Rusia saat ini memiliki lebih dari 4.300 senjata nuklir, sementara Amerika Serikat sekitar 3.700. Kedua negara tersebut menguasai sekitar 90 persen dari total persenjataan nuklir dunia.

Puluhan Tahun Uji Coba Nuklir

Sejak uji coba Trinity pada 1945, dunia telah menyaksikan 2.055 uji coba nuklir oleh delapan negara. Amerika Serikat menjadi negara dengan jumlah uji coba terbanyak, yakni 1.030 kali, disusul Rusia atau Uni Soviet dengan 715 uji coba, Prancis 210, China dan Inggris masing-masing 45, Korea Utara enam, India tiga, dan Pakistan dua.

Uji coba tersebut dilakukan di berbagai wilayah dunia, mulai dari atol-atol Pasifik, gurun Amerika Serikat dan China, hingga kawasan Arktik Rusia, sering kali meninggalkan dampak serius bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

Sebagian besar uji coba nuklir berhenti pada akhir 1990-an, seiring dibukanya Perjanjian Pelarangan Uji Coba Nuklir Komprehensif (CTBT) untuk ditandatangani. Meski perjanjian ini belum berlaku secara hukum—terutama karena AS belum meratifikasinya—sebagian besar negara tetap mematuhinya, kecuali Korea Utara.

Namun, perhatian dunia dalam beberapa bulan terakhir justru beralih ke Washington dan Moskow, menyusul pernyataan Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin yang sama-sama mengisyaratkan kesiapan memulai kembali uji coba nuklir. Amerika Serikat terakhir kali melakukan uji coba pada September 1992, sementara Rusia terakhir melakukannya pada 1990, saat masih bernama Uni Soviet.

Para ilmuwan menilai uji coba nuklir tidak lagi diperlukan karena negara-negara pemilik senjata nuklir telah memiliki teknologi uji coba sub-kritis yang mampu mensimulasikan proses nuklir tanpa ledakan. Menurut Spaulding, uji coba justru dapat menimbulkan persepsi lemahnya kepercayaan terhadap keandalan persenjataan nuklir itu sendiri.

Sementara itu, laporan terbaru UCS memperingatkan bahwa berakhirnya Perjanjian START dapat mendorong peningkatan signifikan jumlah senjata nuklir yang dikerahkan oleh AS dan Rusia dalam waktu singkat, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan, kesalahan perhitungan, dan eskalasi konflik.

“Meskipun dunia diam-diam telah memecahkan rekor periode terpanjang tanpa uji coba nuklir, stabilitas ini sangat rapuh,” tulis Spaulding. “Ancaman terhadap keamanan global tetap nyata.”

Similar Posts