Situasi Terkini Hubungan China – Jepang

Hubungan antara China dan Jepang hari ini, 18 Desember 2025, berada dalam kondisi krisis diplomatik terdalam dalam beberapa dekade terakhir. Ketegangan ini dipicu oleh isu Taiwan serta serangkaian insiden militer dan ekonomi yang terjadi sepanjang Desember 2025.

Situasi Terkini Hubungan China – Jepang

  • Krisis Diplomatik Taiwan: Hubungan memburuk drastis setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan di parlemen bahwa serangan China ke Taiwan dapat dianggap sebagai “krisis eksistensial” bagi Jepang, yang memungkinkan tindakan militer defensif kolektif. Beijing merespons keras dengan menuduh Jepang melanggar kebijakan “Satu China”.
  • Ketegangan Militer di Laut dan Udara:
    • Pada 7 Desember 2025, Jepang memprotes keras setelah jet tempur J-15 China mengunci radar (radar lock) pada dua jet tempur F-15 Jepang di atas perairan internasional dekat Okinawa.
    • Kapal induk China, Fujian, baru-baru ini dilaporkan transit di Selat Taiwan, menambah tekanan militer di kawasan tersebut.
    • Jepang mempercepat belanja militernya dengan anggaran tambahan sebesar 847,2 miliar yen untuk sistem rudal dan kapal perusak.
  • Perang Ekonomi dan Boikot:
    • China telah mengeluarkan peringatan perjalanan (travel advisory) bagi warganya untuk menghindari Jepang, yang menyebabkan pembatalan lebih dari 1.900 penerbangan pada bulan ini.
    • Beijing juga kembali menangguhkan impor hasil laut dari Jepang sebagai bentuk tekanan ekonomi.
  • Upaya Dialog: Meskipun tensi tinggi, PM Takaichi menyatakan pada 17 Desember bahwa Jepang tetap “selalu terbuka” untuk dialog guna membangun hubungan yang konstruktif dan stabil karena China adalah tetangga penting. Namun, China menuntut Jepang untuk mencabut pernyataannya dan melakukan “refleksi diri” atas sejarah masa lalunya.

Visual Kondisi Terkini (Referensi)

Berikut adalah gambaran visual situasi di lapangan berdasarkan laporan berita terbaru:

  1. Aktivitas Militer: Jet tempur J-15 China di atas kapal induk dan pengerahan rudal Jepang di Pulau Yonaguni.
  2. Dampak Ekonomi: Bandara yang sepi dari turis China di Jepang akibat pembatalan massal penerbangan.
  3. Diplomasi: Konferensi pers PM Sanae Takaichi di Tokyo yang membahas hubungan bilateral.

Pemerintah Indonesia melalui Presiden Prabowo Subianto dikabarkan terus memantau situasi ini dan menginstruksikan jajarannya untuk menjaga hubungan baik di tengah ketegangan kedua negara raksasa Asia Timur tersebut.

Similar Posts