Polemik Keinginan AS Menguasai Greenland
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyatakan keinginannya agar AS mengambil alih Greenland, dengan alasan keamanan nasional. Namun, keinginan tersebut ditolak tegas oleh pemerintah Greenland dan Denmark.
Pendapat warga dan pemimpin Greenland
- Perdana Menteri Greenland Jens Frederik Nielsen menegaskan bahwa Greenland bukan untuk dianeksasi dan harus dihormati sesuai hukum internasional.
- Mayoritas warga Greenland ingin merdeka dari Denmark, tetapi menolak menjadi bagian dari Amerika Serikat.
- Warga menilai usulan Trump berbahaya dan memperlakukan Greenland seperti barang dagangan.
Sikap Denmark
- Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menegaskan AS tidak berhak mencaplok wilayah Greenland.
- Denmark terkejut karena AS adalah sekutu dekat NATO.
Alasan Greenland penting bagi AS
- Terletak di kawasan Arktik, sangat strategis untuk pertahanan.
- Menjadi jalur terpendek kemungkinan serangan misil dari Rusia ke AS.
- AS telah lama memiliki pangkalan militer Pituffik (Thule) di Greenland.
- Kawasan Arktik kini makin diperebutkan karena aktivitas Rusia dan China.
Sumber daya alam
- Greenland kaya ikan dan mineral seperti tanah jarang, uranium, dan besi.
- Mencairnya es akibat pemanasan global membuat sumber daya lebih mudah diakses.
- Trump menyebut kepentingan AS adalah keamanan, bukan mineral.
Sejarah hubungan AS–Greenland
- AS pernah mencoba membeli Greenland pada 1867 dan 1946, tetapi selalu ditolak Denmark.
- Greenland adalah wilayah semi-otonom Denmark sejak 1979.
Kesimpulan
Greenland menolak keras gagasan aneksasi oleh AS. Meski penting secara strategis bagi Amerika, penduduk Greenland ingin menentukan masa depan mereka sendiri, bukan menjadi bagian dari negara lain.
