hokipalace - Iran di Bawah Tekanan Internal dan Ancaman AS

Iran di Bawah Tekanan Internal dan Ancaman AS

Dalam sepekan terakhir, Iran dilanda aksi protes besar-besaran akibat krisis ekonomi yang semakin parah, terutama anjloknya nilai mata uang. Demonstrasi yang awalnya damai kemudian meluas ke hampir seluruh provinsi dan berujung bentrokan dengan aparat keamanan. Sedikitnya 29 orang tewas dan hampir 1.200 orang ditangkap.

Di tengah kondisi dalam negeri yang tidak stabil, Iran juga menghadapi tekanan eksternal dari Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ancaman keras kepada Iran setelah AS melakukan operasi militer di Venezuela dan menangkap Presiden Nicolás Maduro, sekutu dekat Iran. Trump memperingatkan bahwa AS akan menyerang Iran jika pemerintah Iran membunuh para demonstran.

Ancaman tersebut memperburuk ketegangan. Pemerintah Iran menuduh demonstrasi dipicu oleh campur tangan asing dan semakin memperketat penindakan. Dukungan Israel terhadap demonstran Iran juga menambah kekhawatiran Teheran akan upaya perubahan rezim.

Iran dan Venezuela memiliki kemiripan sebagai negara yang sama-sama dikenai sanksi berat AS dan bersikap anti-Amerika. Namun, Iran dinilai lebih siap menghadapi tekanan luar karena memiliki kekuatan militer, jaringan sekutu regional, serta pengalaman panjang menghadapi sanksi.

Para pengamat menilai Iran saat ini menghadapi tiga krisis sekaligus: krisis ekonomi, krisis politik dalam negeri, dan ancaman konflik militer dari luar. Meski demikian, banyak pihak menilai intervensi asing tidak selalu menjamin perubahan politik yang diinginkan.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerah pada tekanan AS dan menganggap konfrontasi sebagai sesuatu yang tidak terhindarkan.

Similar Posts