hokipalace - Presiden Sementara Venezuela Delcy Rodríguez: “Cukup Perintah dari Washington” Usai Penangkapan Maduro

Presiden Sementara Venezuela Delcy Rodríguez: “Cukup Perintah dari Washington” Usai Penangkapan Maduro

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, menyatakan bahwa negaranya telah “cukup” menerima instruksi dan tekanan dari Amerika Serikat (AS) menyusul penangkapan mantan Presiden Nicolás Maduro oleh pasukan AS awal bulan ini. Pernyataan itu ia sampaikan pada Minggu kepada sekelompok pekerja minyak di Puerto La Cruz, bagian timur Venezuela, yang disiarkan oleh televisi negara.

Rodríguez, yang berada dalam posisi sulit sejak diangkat dengan dukungan awal AS untuk memimpin pemerintahan sementara, mencoba menyeimbangkan kepentingan pihak yang loyal kepada Maduro di dalam negeri dengan upaya meredakan tekanan dari Washington. Namun dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa Venezuela seharusnya tidak lagi tunduk pada instruksi dari luar.

“Sudah cukup dengan perintah Washington terhadap politisi di Venezuela. Biarkan politik Venezuela menyelesaikan perbedaan dan konflik internal kita,” ujarnya.

Ia juga menyerukan persatuan nasional dan menyatakan bahwa Venezuela akan menyelesaikan perselisihan dengan AS melalui diplomasi langsung, tanpa campur tangan asing. Rodríguez menggambarkan serangan dan penangkapan Presiden Maduro dan istrinya, Cilia Flores, oleh pasukan AS sebagai momen “tergelap” yang dihadapi negara itu.

Penangkapan Maduro dan Flores pada 3 Januari oleh pasukan AS menciptakan krisis politik internasional yang signifikan, dengan Maduro dibawa ke New York untuk menghadapi tuduhan serius, sementara Mahkamah Agung Venezuela menunjuk Rodríguez sebagai presiden sementara.

Sebagai pemimpin sementara, Rodríguez berupaya membentuk arah kebijakan, termasuk terhadap produksi minyak dan hubungan luar negeri, di tengah kritik domestik dan tekanan dari AS untuk pemulihan ekonomi serta tuntutan agar Venezuela melanjutkan produksi minyaknya.

Situasi ini muncul di saat Venezuela juga menghadapi tantangan lain, seperti isu tahanan politik yang masih terus diperhatikan oleh kelompok hak asasi manusia, meskipun pemerintah sementara telah membebaskan sejumlah tahanan sejak Desember.

Similar Posts