DPR dan Pemerintah Buka Opsi E-Voting untuk Pilkada, PDIP Dorong Kajian Serius
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersama pemerintah menyatakan keterbukaan terhadap usulan PDI Perjuangan mengenai penerapan sistem pemungutan suara elektronik atau e-voting dalam pemilihan kepala daerah (pilkada). Meski demikian, kedua pihak menegaskan perlunya kajian mendalam sebelum kebijakan tersebut diterapkan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah wajib mempertimbangkan setiap gagasan yang bertujuan memperbaiki kualitas sistem pemilu. Ia menilai diskusi bersama lintas pihak penting untuk merancang mekanisme pemilihan yang lebih baik ke depan.
Prasetyo menekankan bahwa sistem pemilu yang ideal harus selaras dengan budaya dan karakter suatu bangsa. Menurutnya, model pemilu yang berhasil di satu negara belum tentu dapat diterapkan secara langsung di negara lain. Kendati begitu, ia menegaskan pemerintah dan DPR tetap memiliki tanggung jawab untuk terus melakukan perbaikan sistem pemilu nasional.
Sikap serupa disampaikan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Ia menyebut usulan e-voting sebagai ide yang positif, namun menilai aspek keamanan teknologi menjadi hal krusial yang harus dikaji secara serius sebelum diimplementasikan.
PDIP mengajukan e-voting sebagai alternatif untuk menekan tingginya biaya penyelenggaraan pilkada, tanpa mengubah prinsip pemilihan langsung oleh rakyat. Partai berlambang banteng itu menolak wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD dan tetap mendukung mekanisme pilkada langsung.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan bahwa gagasan e-voting telah lama digagas Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Ia menyebut inisiatif tersebut terinspirasi dari keberhasilan sejumlah negara, termasuk India, dalam menerapkan sistem pemungutan suara elektronik.
Menurut Hasto, PDIP bahkan telah melakukan simulasi e-voting sebagai bentuk keseriusan dalam mendorong terobosan tersebut, dengan memanfaatkan seluruh kemampuan nasional guna menciptakan sistem pemilu yang efisien, aman, dan sesuai dengan kebutuhan Indonesia.
