hokipalace - Sinyal Serangan AS ke Iran Menguat, Ketegangan Regional dan Diplomasi Global Meningkat

Sinyal Serangan AS ke Iran Menguat, Ketegangan Regional dan Diplomasi Global Meningkat

Indikasi kemungkinan serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran kian terlihat jelas. Seorang pejabat militer Barat menyebut hampir seluruh tanda mengarah pada operasi yang sudah di ambang pelaksanaan. Namun, seperti lazimnya di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, ketidakpastian justru menjadi bagian dari strategi yang diterapkan Washington.

Amerika Serikat mulai menarik sebagian personelnya dari sejumlah pangkalan militer di Timur Tengah. Langkah tersebut dilakukan setelah Iran memperingatkan negara-negara di kawasan bahwa pangkalan-pangkalan AS akan menjadi target jika Washington melancarkan serangan. Situasi ini turut memperbesar ketegangan regional, di tengah upaya pemerintah Iran meredam gelombang protes domestik terbesar sejak Revolusi Islam 1979.

Isu Iran juga bergeser ke panggung diplomasi internasional. Atas permintaan Amerika Serikat, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dijadwalkan menggelar pertemuan khusus pada Kamis (15/1) guna membahas situasi tersebut. Agenda ini mencerminkan meningkatnya perhatian global terhadap potensi eskalasi konflik.

Seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa penarikan personel merupakan langkah pencegahan di tengah situasi yang terus memburuk. Meski demikian, Presiden Trump berupaya meredam spekulasi dengan menyatakan masih memilih sikap menunggu. Ia mengklaim laporan mengenai tindakan keras aparat Iran terhadap demonstran menunjukkan tanda-tanda mereda.

Trump juga menyatakan tidak ada rencana eksekusi massal di Iran, mengutip apa yang ia sebut sebagai informasi dari sumber penting di pihak Teheran. Kendati demikian, ia tetap membuka kemungkinan opsi militer dengan menegaskan bahwa pemerintahannya akan “melihat bagaimana proses ini berjalan.”

Pernyataan tersebut sejalan dengan klaim Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi, yang membantah adanya rencana hukuman gantung terhadap para demonstran. Namun, kelompok pemantau Iran Human Rights yang berbasis di Norwegia mencatat bahwa praktik eksekusi mati masih terus berlangsung di penjara-penjara Iran.

Waktu dan Skala Masih Tidak Pasti

Jika diputuskan, dua pejabat Eropa memperkirakan intervensi militer AS dapat terjadi dalam waktu 24 jam. Seorang pejabat Israel juga menilai Trump telah mengambil keputusan untuk campur tangan, meski waktu dan besaran operasi belum dapat dipastikan.

Di Qatar, pemerintah mengonfirmasi pengurangan personel di Pangkalan Udara Al Udeid—pangkalan terbesar AS di Timur Tengah—sebagai respons atas meningkatnya ketegangan kawasan. Inggris dilaporkan turut menarik sebagian pasukannya dari fasilitas militer di negara tersebut, meski Kementerian Pertahanan Inggris belum memberikan keterangan resmi.

Gelombang protes di Iran yang dipicu lonjakan harga kebutuhan pokok dan inflasi tinggi berkembang menjadi tantangan paling serius terhadap rezim di Teheran dalam beberapa dekade. Pemerintah Iran mengakui lebih dari 2.000 korban jiwa, sementara kelompok hak asasi manusia memperkirakan jumlah korban melampaui 2.600 orang. Trump berulang kali mengancam akan ikut campur dan secara terbuka mendorong warga Iran untuk terus melakukan aksi protes.

Pemerintah Iran menuding Amerika Serikat dan Israel memanfaatkan kerusuhan tersebut untuk memicu perubahan rezim. Seorang pejabat Iran mengatakan Teheran telah meminta negara-negara kawasan, termasuk Arab Saudi dan Turki, untuk membantu meredakan ketegangan dengan Washington. Ia memperingatkan bahwa pangkalan-pangkalan AS di negara-negara tersebut akan menjadi sasaran jika Iran diserang.

Meski skala protes tergolong besar, seorang pejabat Barat menilai pemerintahan Iran belum berada di ambang kejatuhan. Aparat keamanan dinilai masih memegang kendali. Di tengah pembatasan akses internet, televisi pemerintah Iran menayangkan prosesi pemakaman aparat keamanan yang tewas dalam kerusuhan, sementara demonstrasi tandingan yang mendukung Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei juga digelar di sejumlah kota.

Similar Posts