Latihan Perang China di Sekitar Taiwan
China menggelar latihan perang selama dua hari di sekitar Taiwan dengan nama sandi “Misi Keadilan 2025”. Latihan ini bertujuan untuk mensimulasikan blokade pelabuhan Taiwan dan serangan terhadap target di laut. Taiwan mengecam latihan ini dan menyebutnya sebagai bentuk intimidasi militer.
Dalam latihan tersebut, militer China meluncurkan rudal, mengerahkan puluhan jet tempur, kapal perang, dan pesawat pengebom di perairan utara dan selatan Taiwan. Latihan ini disebut menguji kemampuan koordinasi udara–laut, blokade, serta serangan terhadap kapal musuh.
China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak menutup kemungkinan menggunakan kekuatan militer untuk menguasai pulau tersebut, meskipun Taiwan memiliki pemerintahan demokratis sendiri.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menanggapi latihan ini dengan santai dan mengatakan tidak khawatir. Ia menyebut hubungannya dengan Presiden China Xi Jinping baik dan tidak percaya China akan menginvasi Taiwan.
Sementara itu, Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan bahwa Taiwan tidak ingin memperbesar konflik, tetapi sebelumnya Taiwan menuduh China melanggar norma internasional dan mengancam negara lain dengan kekuatan militer.
