Pembicaraan damai Thailand dan Kamboja

Pembicaraan damai antara Thailand dan Kamboja telah memasuki babak baru yang sangat krusial hari ini, Rabu, 24 Desember 2025. Setelah pertemuan darurat di Kuala Lumpur pada awal pekan, fokus beralih pada penerapan gencatan senjata secara teknis.

Berikut adalah perkembangan terbaru per sore hari ini:

1. Pertemuan Komite Perbatasan Umum (GBC)

  • Pertemuan Hari Ini: Pejabat militer tingkat tinggi dari kedua negara dijadwalkan bertemu hari ini untuk membahas detail teknis Zona Demiliterisasi Sementara.
  • Tujuannya: Memastikan komando di lapangan (di garis depan perbatasan) segera menghentikan baku tembak setelah perintah dari pusat dikeluarkan. Ini merupakan tindak lanjut dari tenggat waktu yang ditetapkan ASEAN kemarin.

2. Kondisi di Lapangan (Poipet & Preah Vihear)

  • Gencatan Senjata Sporadis: Meskipun pembicaraan damai berjalan, laporan dari wilayah Poipet dan Preah Vihear pagi tadi masih menunjukkan adanya ketegangan. Namun, frekuensi tembakan artileri dilaporkan menurun drastis dibandingkan dua hari lalu.
  • Posisi Kamboja: Perdana Menteri Kamboja menyatakan bahwa pasukannya tetap dalam posisi bertahan namun siap membalas jika Thailand melanggar komitmen yang dibicarakan di Malaysia.

3. Peran Pengamat Internasional

  • Tim Pemantau ASEAN: Indonesia dan Malaysia mulai mempersiapkan personel sipil dan militer tidak bersenjata yang akan bertindak sebagai pengamat di lapangan. Rencananya, mereka akan ditempatkan di titik-titik panas (seperti dekat Kuil Preah Vihear dan gerbang Poipet) mulai akhir pekan ini jika situasi kondusif.
  • Tekanan China: China terus mendesak agar stabilitas di Teluk Thailand segera dipulihkan karena konflik ini mulai mengganggu jalur perdagangan energi dan logistik di kawasan tersebut.

Similar Posts