China Memimpin Upaya Redakan Perang Perbatasan
Perkembangan terbaru hingga 20 Desember 2025 menunjukkan bahwa China secara aktif memimpin upaya medali untuk meredakan perang perbatasan yang pecah antara Thailand dan Kamboja sejak awal Desember 2025.
Berikut adalah poin-poin penting perkembangan pembicaraan tersebut:
1. Diplomasi Ulang-Alik (Shuttle Diplomacy)
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, telah melakukan pembicaraan telepon terpisah pada 18 Desember 2025 dengan Menlu Thailand (Sihasak Phuangketkeow) dan Menlu Kamboja (Prak Sokhonn).
- Komitmen Gencatan Senjata: China melaporkan bahwa kedua belah pihak telah menyatakan kesediaan untuk melakukan de-eskalasi dan gencatan senjata sesegera mungkin.
- Utusan Khusus: Utusan khusus China untuk Urusan Asia, Deng Xijun, telah dikirim untuk melakukan pertemuan langsung di kedua negara guna memfasilitasi dialog bilateral dan membangun kembali saluran komunikasi yang terputus.
2. Posisi dan Peran China
China memposisikan dirinya sebagai “pihak yang objektif dan adil” serta mendukung upaya mediasi ASEAN.
- Penyediaan Platform: China menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah bagi platform dialog bilateral guna menyelesaikan sengketa wilayah di sekitar Kuil Preah Vihear dan wilayah perbatasan lainnya.
- Klarifikasi Isu Senjata: China secara resmi membantah tuduhan bahwa mereka memasok senjata ke Kamboja selama konflik berlangsung, menegaskan bahwa kerja sama pertahanan mereka dengan kedua negara bersifat historis dan tidak ditujukan untuk memperkeruh konflik.
3. Langkah Diplomasi Lanjutan
Meskipun mediasi China terus berjalan, Thailand dan Kamboja juga telah sepakat untuk menghadiri pertemuan khusus Menteri Luar Negeri ASEAN yang dijadwalkan pada Senin, 22 Desember 2025, di Kuala Lumpur, Malaysia, guna mencari solusi politik permanen.
Situasi di perbatasan saat ini dilaporkan masih sangat sensitif menyusul serangan udara dan bentrokan artileri yang terjadi beberapa hari terakhir, namun tekanan diplomatik dari China dan negara-negara tetangga memberikan harapan baru untuk gencatan senjata yang lebih stabil.
