hokipalace - Pemulihan Jalan Tarutung–Sibolga Dipercepat, Akses Warga di Batu Lubang Kembali Terjaga

Pemulihan Jalan Tarutung–Sibolga Dipercepat, Akses Warga di Batu Lubang Kembali Terjaga

Konektivitas ruas jalan nasional Tarutung–Sibolga di Provinsi Sumatera Utara terus dipulihkan agar aktivitas masyarakat kembali berjalan normal. Upaya pemulihan pascabencana dilakukan melalui kolaborasi Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan PT Hutama Karya (Persero), termasuk penanganan titik-titik kritis seperti kawasan Batu Lubang.

Penanganan difokuskan pada titik putus di STA 16+050 yang sebelumnya mengganggu akses utama warga. Secara keseluruhan, koridor Tarutung–Sibolga sepanjang 60,40 kilometer kini masuk dalam penanganan darurat jasa rancang bangun jalan dan jembatan, dengan total 103 titik pekerjaan yang tersebar di sepanjang ruas tersebut.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa percepatan pemulihan konektivitas dilakukan sejak awal bencana melalui balai-balai teknis di daerah. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) menjadi garda terdepan untuk memastikan akses transportasi dan konektivitas antarwilayah segera pulih.

Di kawasan rawan Batu Lubang, penanganan dilakukan secara komprehensif melalui pendekatan jangka pendek dan jangka panjang. Akses sementara tetap dibuka agar mobilitas warga tidak terputus, sementara desain penanganan permanen telah disiapkan sejak dini. Salah satu opsi yang direncanakan adalah realinyemen jalan untuk menghindari jalur Batu Lubang guna mencegah gangguan berulang di masa depan.

Selama masa transisi, pembukaan dan pembersihan akses juga dilakukan di Ruas 2 STA 16+800 dan STA 19+225 untuk menjaga kelancaran lalu lintas. Di luar Batu Lubang, penanganan mencakup 76 titik longsor tebing, 22 titik jalan amblas, dan 5 titik jalan putus. Seluruh pekerjaan dibagi ke dalam dua zona, yakni Zona 1 dengan 42 titik dan Zona 2 dengan 61 titik penanganan, sesuai prioritas kondisi lapangan.

Salah satu titik perhatian lain berada di Desa Simaninggir, di mana pemulihan difokuskan pada akses sepanjang sekitar satu kilometer agar keterhubungan menuju Sibolga dapat kembali terjaga secara bertahap. Penanganan di lokasi ini diperkuat dengan mobilisasi alat berat berupa empat unit excavator, satu vibro, dan satu dozer, dengan pendekatan bertahap menyesuaikan kondisi cuaca dan karakter tanah.

Sebelum bencana, ruas Tarutung–Sibolga melayani lalu lintas harian rata-rata sekitar 16.362 kendaraan. Angka tersebut menjadi pertimbangan penting dalam pemulihan akses, terutama untuk memastikan aspek keselamatan, kelancaran arus, dan kesiapan jalan saat kembali difungsikan secara optimal.

Warga setempat pun mulai merasakan dampak positif pemulihan. Abdul (44), salah satu warga di sekitar lokasi, menyebut kehadiran Hutama Karya mempercepat terbukanya kembali akses jalan sehingga aktivitas sehari-hari berangsur normal.

Pemulihan di titik-titik rawan seperti Batu Lubang tidak hanya diukur dari terbukanya jalan, tetapi juga dari pulihnya ritme kehidupan warga. Dengan akses kembali berfungsi, distribusi kebutuhan dasar, layanan publik, dan pergerakan ekonomi lokal menjadi lebih lancar.

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung kolaborasi dengan Kementerian PU dalam pemulihan pascabencana. Fokus utama diarahkan pada pengamanan akses agar manfaat pemulihan dapat segera dirasakan masyarakat.

Similar Posts