21 tahun tsunami Aceh

Peringatan 21 tahun tsunami Aceh yang jatuh pada Kamis, 26 Desember 2025, mengusung semangat refleksi dan keberlanjutan mitigasi bencana. Hingga hari ini, 20 Desember 2025, persiapan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota telah memasuki tahap akhir. 

Berikut adalah poin-poin utama persiapan dan agenda peringatannya:

1. Agenda Utama dan Lokasi

  • Puncak Acara: Berbeda dengan edisi dua dekade lalu yang dipusatkan di Masjid Raya Baiturrahman, peringatan ke-21 direncanakan menyebar di beberapa titik krusial untuk menghindari kerumunan berlebih.
  • Ziarah Massal: Masyarakat dijadwalkan melakukan doa bersama dan ziarah di kuburan massal korban tsunami, seperti di Ulee Lheue (Banda Aceh) dan Siron (Aceh Besar).
  • Finalisasi di Daerah: Pemerintah Kabupaten Simeulue, misalnya, telah melakukan rapat finalisasi untuk peringatan tsunami atau kearifan lokal Smong pada pertengahan Desember ini. 

2. Fokus Kegiatan: Edukasi & Mitigasi

  • Simulasi Bencana: Sekolah-sekolah dan komunitas pesisir diinstruksikan untuk melakukan simulasi evakuasi mandiri guna menjaga kesiapsiagaan generasi pasca-tsunami.
  • Uji Coba Sirine: Pada tanggal 26 Desember pukul 08.15 WIB, sirine peringatan dini tsunami di seluruh wilayah Aceh direncanakan akan dibunyikan selama beberapa menit sebagai simbol peringatan dan momen tafakur. 

3. Fasilitas dan Wisata Sejarah

  • Museum Tsunami Aceh: Menjadi pusat kunjungan utama selama pekan peringatan. Jam operasional tetap buka dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB, dengan jeda istirahat pada tengah hari.
  • Situs Kapal di Atas Rumah: Situs-situs sejarah tsunami lainnya telah bersolek untuk menyambut peziarah dan wisatawan mancanegara yang datang khusus untuk momen refleksi ini. 

4. Imbauan bagi Masyarakat

Pemerintah Aceh mengimbau warga untuk:

  1. Menghadiri doa bersama dan zikir di masjid-masjid terdekat di seluruh desa/gampong.
  2. Tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di akhir tahun sesuai pantauan BMKG Aceh.
  3. Menjadikan momen ini sebagai pengingat pentingnya menjaga kearifan lokal dan sistem mitigasi bencana demi keselamatan generasi mendatang. 

Similar Posts