hokipalace - Trump Ultimatum Iran Buka Selat Hormuz, Ancam Serangan Infrastruktur Energi

Trump Ultimatum Iran Buka Selat Hormuz, Ancam Serangan Infrastruktur Energi

Presiden Donald Trump mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran untuk segera membuka Selat Hormuz dalam waktu 48 jam.

Dalam pernyataannya, Trump mengancam akan melancarkan serangan terhadap fasilitas pembangkit listrik Iran jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi. Ia menegaskan bahwa target serangan akan dimulai dari infrastruktur energi terbesar milik Iran.

Sejauh ini, Amerika Serikat masih menahan diri untuk tidak menyasar sektor energi Iran, mengingat potensi dampaknya terhadap stabilitas ekonomi global. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital distribusi minyak dunia.

Penutupan jalur tersebut telah memicu lonjakan harga bahan bakar di berbagai negara selama hampir satu bulan terakhir. Kenaikan harga tercatat terjadi secara luas, terutama di kawasan Asia dan negara berkembang yang bergantung pada impor energi.

Harga minyak dunia pun mengalami peningkatan signifikan. Pada Jumat (20/3), harga minyak mencapai sekitar US$112 per barel—level tertinggi sejak 2022.

Kontrak berjangka Brent untuk pengiriman Mei ditutup naik lebih dari 3 persen menjadi sekitar US$112 per barel, sementara minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami kenaikan hingga mendekati US$100 per barel.

Kondisi ini menunjukkan bahwa ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait Selat Hormuz, memiliki dampak langsung terhadap pasar energi global dan stabilitas ekonomi internasional.

Similar Posts