Situasi Perbatasan Thailand dan Kamboja
Hingga hari ini, 19 Desember 2025, situasi di perbatasan Thailand dan Kamboja dilaporkan masih dalam kondisi perang terbuka yang intensif meskipun ada klaim gencatan senjata dari pihak luar.
Berikut adalah rangkuman situasi terkini:
1. Perkembangan Militer Terkini
- Serangan Udara Thailand: Militer Thailand terus melancarkan serangan udara menggunakan jet tempur F-16. Pada 18 Desember, mereka dilaporkan membom gudang roket Kamboja yang menyimpan amunisi BM-21 dan menyerang pusat kasino di Poipet.
- Balasan Kamboja: Pasukan Kamboja membalas dengan tembakan artileri dan roket berat ke wilayah Thailand.
- Blokade Ekonomi: Angkatan Laut Thailand telah memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal minyak yang menuju Kamboja untuk memutus pasokan logistik perang.
2. Korban dan Pengungsian
- Korban Jiwa: Sejak pecahnya konflik pada 7-8 Desember 2025, sedikitnya 52 orang tewas (militer dan sipil) di kedua belah pihak. Thailand melaporkan 21 tentara tewas, sementara Kamboja melaporkan 18 warga sipil tewas akibat serangan tersebut.
- Krisis Kemanusiaan: Diperkirakan antara 500.000 hingga 750.000 warga sipil telah meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.
3. Upaya Diplomatik yang Gagal
- Gencatan Senjata Trump: Presiden AS Donald Trump sempat mengeklaim adanya kesepakatan gencatan senjata pada pertengahan Desember, namun klaim ini dibantah oleh Thailand karena pasukan di lapangan tetap saling tembak.
- Rencana Pertemuan ASEAN: Thailand dan Kamboja dijadwalkan menghadiri pertemuan khusus Menteri Luar Negeri ASEAN pada 22 Desember 2025 untuk membahas deeskalasi.
4. Peringatan Keamanan
- Status Bahaya: Beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, telah mengeluarkan peringatan agar warganya menghindari perjalanan dalam radius 50 km dari garis perbatasan Thailand-Kamboja karena kondisi keamanan yang sangat fluktuatif dan tidak terduga.
