hokipalace - Jepang Kehilangan Giant Panda untuk Pertama Kalinya dalam 50 Tahun
|

Jepang Kehilangan Giant Panda untuk Pertama Kalinya dalam 50 Tahun

Sepasang giant panda terakhir yang berada di Jepang, Xiao Xiao dan Lei Lei, telah dipulangkan ke China, menandai berakhirnya kehadiran panda raksasa di Negeri Sakura untuk pertama kalinya dalam setengah abad.

Kepulangan kedua panda tersebut sekaligus mengakhiri era hewan ikonik yang selama ini menjadi daya tarik utama Kebun Binatang Ueno di Tokyo. Peristiwa ini terjadi di tengah memburuknya hubungan diplomatik antara Jepang dan China, yang membuat peluang pengiriman panda pengganti menjadi sangat kecil.

Mengutip The Hindu, Jumat (30/1/2026), ketegangan hubungan kedua negara dipicu oleh kebijakan Perdana Menteri Jepang yang baru terkait Taiwan, wilayah yang diklaim China sebagai bagian dari kedaulatannya. Situasi tersebut turut memengaruhi kerja sama diplomasi panda antara Beijing dan Tokyo.

Xiao Xiao dan Lei Lei dikenal memiliki basis penggemar yang besar di Jepang. Ribuan pengunjung memadati Kebun Binatang Ueno untuk menyaksikan momen perpisahan, mengabadikan detik-detik terakhir sebelum kedua panda meninggalkan Jepang.

Sejak 1972, China secara rutin meminjamkan panda ke Jepang sebagai simbol persahabatan setelah normalisasi hubungan diplomatik. Panda kerap digunakan Beijing sebagai alat diplomasi, mencerminkan niat baik sekaligus instrumen kekuatan lunak yang dapat dihentikan ketika hubungan bilateral memburuk.

Rekaman televisi pemerintah China, CCTV, memperlihatkan Xiao Xiao dan Lei Lei tiba di Provinsi Sichuan, China barat daya, menggunakan peti pengangkut khusus. Keduanya akan menjalani masa karantina di Pusat Konservasi dan Penelitian Panda Raksasa China sebelum ditempatkan kembali dalam program konservasi.

Pusat konservasi tersebut menyatakan bahwa kedua panda tiba dengan selamat pada Rabu (27/1). Xiao Xiao dan Lei Lei lahir di Kebun Binatang Ueno pada 2021 dan sejak kelahiran mereka telah menjadi bagian dari program peminjaman panda internasional milik China.

Meski dipinjamkan ke luar negeri, kepemilikan panda tetap sepenuhnya berada di tangan China, termasuk terhadap anak panda yang lahir selama masa peminjaman. Kebijakan ini memastikan Beijing tetap mengontrol populasi panda raksasa di luar wilayahnya.

Kepulangan Xiao Xiao dan Lei Lei menjadi momen bersejarah sekaligus emosional bagi para penggemar panda di Jepang. Untuk kini, Jepang harus menerima kenyataan tanpa kehadiran satwa ikonik yang selama puluhan tahun menjadi simbol hubungan persahabatan dengan China.

Similar Posts