Israel Tangguhkan Operasi Bantuan di Gaza
Beberapa organisasi kemanusiaan internasional, termasuk Dokter Tanpa Batas (MSF), terancam dilarang beroperasi di Gaza karena tidak memenuhi aturan baru yang ditetapkan Israel. Aturan tersebut mewajibkan organisasi bantuan menyerahkan data pribadi staf, yang dinilai berbahaya bagi keselamatan para pekerja kemanusiaan.
Israel menyatakan aturan ini dibuat untuk mencegah Hamas menyalahgunakan bantuan, namun klaim tersebut dibantah oleh PBB, organisasi bantuan, dan hasil tinjauan pemerintah AS yang tidak menemukan bukti pencurian besar-besaran bantuan.
Situasi ini terjadi saat kondisi kemanusiaan di Gaza sangat buruk, terutama karena:
- Musim dingin yang keras (hujan deras dan suhu dingin)
- Banyak warga tinggal di tenda darurat yang rusak
- Bangunan runtuh akibat cuaca, menewaskan warga sipil
- Fasilitas kesehatan dan sanitasi rusak parah
Sebanyak 10 negara, termasuk Inggris, Prancis, Jepang, dan Kanada, memperingatkan bahwa kondisi di Gaza semakin memburuk dan mendesak Israel untuk mempermudah akses bantuan kemanusiaan. Uni Eropa juga menilai aturan baru Israel akan menghambat bantuan penyelamat nyawa.
Organisasi bantuan menegaskan bahwa jika mereka dilarang bekerja:
- Warga Gaza akan kehilangan akses layanan medis penting
- Risiko penyakit, kelaparan, dan kematian akan meningkat
Israel menolak kritik tersebut dan menyebutnya tidak adil, serta menegaskan bahwa kondisi kemanusiaan di Gaza justru membaik sejak gencatan senjata.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan masa depan Gaza hanya bisa berubah jika Hamas dilucuti senjatanya, sebuah tuntutan yang ditolak oleh Hamas.
