NASA Tunda Misi Berawak Artemis 2 ke Bulan Usai Kebocoran Parah saat Uji Coba
Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menunda peluncuran misi penerbangan berawak ke Bulan setelah terjadi kebocoran serius dalam uji coba akhir roket. Penundaan ini memukul target NASA untuk segera mengirim manusia kembali ke Bulan setelah lebih dari setengah abad.
Seperti dilansir AFP, Rabu (4/2), misi bertajuk Artemis 2 akan membawa empat astronaut dalam penerbangan lintas dekat Bulan selama sekitar 10 hari. Misi ini menjadi fondasi penting bagi tahap lanjutan program Artemis, termasuk rencana pendaratan manusia di permukaan Bulan pada misi berikutnya.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menegaskan keinginannya untuk mempercepat pengiriman astronaut ke Bulan guna “menegaskan kepemimpinan Amerika di bidang antariksa.”
Namun, NASA mengumumkan bahwa peluncuran misi berawak pertama ke Bulan dalam lebih dari 50 tahun itu harus ditunda setelah kebocoran terjadi dalam uji coba yang dikenal sebagai wet dress rehearsal atau gladi bersih peluncuran.
Insiden tersebut menggagalkan rencana peluncuran pada Minggu (1/2) waktu setempat. NASA menyebut 6 Maret sebagai jendela peluncuran terdekat berikutnya, jika seluruh masalah teknis dapat diatasi.
Dalam uji coba selama dua hari itu, roket Space Launch System (SLS) diisi penuh dengan bahan bakar propelan berupa hidrogen cair dan oksigen cair—tahapan krusial sebelum peluncuran sesungguhnya.
Kebocoran Semakin Parah
Administrator NASA Jared Isaacman mengatakan bahwa tim teknis awalnya berhasil menangani beberapa kebocoran hidrogen. Namun situasi memburuk ketika simulasi hitung mundur mencapai T-5 menit, sehingga operasi terpaksa dihentikan.
“Kami hanya akan meluncurkan ketika kami yakin benar-benar siap untuk menjalankan misi bersejarah ini,” tegas Isaacman.
Pejabat NASA menjelaskan bahwa hidrogen merupakan unsur yang sangat energik, berukuran sangat kecil, dan terkenal sulit dikendalikan, sehingga kebocoran menjadi risiko besar dalam peluncuran roket.
Saat ini, para manajer misi tengah menganalisis data uji coba dan menyiapkan perbaikan teknis sebelum menggelar gladi bersih ulang. NASA menyatakan bahwa perbaikan tersebut untuk sementara masih dapat dilakukan langsung di landasan peluncuran Florida tanpa perlu memindahkan roket.
Penundaan Artemis 2 ini menjadi pengingat tantangan besar yang masih dihadapi dalam ambisi manusia kembali menjelajah Bulan.
