Prediksi Ancaman Siber Telekomunikasi 2026 Menurut Kaspersky
Perusahaan keamanan siber Kaspersky memprediksi bahwa ancaman siber di sektor telekomunikasi akan semakin kompleks pada 2026. Ancaman lama masih berlanjut, ditambah risiko baru akibat penggunaan teknologi canggih.
Ancaman utama yang terus terjadi:
- Serangan APT (Advanced Persistent Threat): peretasan tersembunyi jangka panjang untuk spionase.
- Serangan rantai pasokan: celah dari vendor atau mitra bisa menjadi pintu masuk peretas.
- Serangan DDoS: membuat jaringan operator lumpuh atau tidak bisa diakses.
- Ransomware dan penipuan SIM: masih banyak menyerang perusahaan telekomunikasi.
Data Kaspersky menunjukkan:
- Sekitar 12,79% pengguna telekomunikasi terkena ancaman online.
- 20,76% menghadapi ancaman pada perangkat.
- 9,86% organisasi telekomunikasi diserang ransomware selama 2024–2025.
Risiko baru di tahun 2026 muncul dari teknologi baru, antara lain:
- Otomatisasi jaringan berbasis AI, yang bisa memperbesar kesalahan jika salah data.
- Kriptografi pasca-kuantum, berisiko menimbulkan masalah sistem jika diterapkan terburu-buru.
- Integrasi jaringan 5G dengan satelit, yang menambah titik rawan gangguan.
Saran Kaspersky untuk operator telekomunikasi:
- Terus memantau ancaman siber secara aktif.
- Mengelola AI dengan pengawasan ketat.
- Memperkuat kesiapan menghadapi serangan DDoS.
Kesimpulan:
Ancaman siber lama belum hilang, dan teknologi baru justru membawa risiko tambahan. Karena itu, keamanan harus dirancang sejak awal agar jaringan tetap aman dan andal.
