Tantangan Tim Badminton Indonesia di Tahun 2026
ahun 2026 menjadi tahun penting bagi Tim Badminton Indonesia karena akan menentukan posisi awal menuju Olimpiade 2028, dengan Race to Olympics dimulai pada 2027.
Pada tahun 2025, Indonesia mengalami hasil kurang memuaskan, seperti minim gelar juara di turnamen besar dan tanpa gelar juara dunia. Namun, muncul harapan baru dari pemain muda seperti Alwi Farhan, Moh Zaki Ubaidillah, Raymond/Joaquin, Rachel/Febi, dan Jafar/Felisha. Selain itu, Putri Kusuma Wardani tampil stabil di 10 besar dunia dan meraih perunggu Kejuaraan Dunia 2025.
Beberapa pemain senior seperti Jonatan Christie dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri juga menunjukkan peningkatan performa di paruh kedua 2025.
Di tahun 2026, para pemain harus menghadapi tekanan lebih besar, karena status mereka mulai bergeser dari “pemain harapan” menjadi pemain andalan. Prestasi di 2026 akan sangat menentukan peluang mereka saat Race to Olympics dimulai.
Indonesia akan menghadapi turnamen penting, salah satunya Thomas dan Uber Cup 2026 pada April. Indonesia dinilai cukup kuat di Thomas Cup, terutama di sektor tunggal putra dan ganda putra. Sementara di Uber Cup, absennya Gregoria Mariska Tunjung menjadi tantangan besar, sehingga Putri Kusuma Wardani dan pemain muda akan menjadi tumpuan.
Selain beregu, Kejuaraan Dunia 2026 dan Asian Games 2026 juga menjadi target utama. Hasil di turnamen tersebut akan menunjukkan sejauh mana kekuatan Indonesia di level dunia.
Secara keseluruhan, 2026 adalah tahun pembuktian bagi Tim Badminton Indonesia untuk bangkit, memperkuat posisi dunia, dan menatap Olimpiade dengan lebih percaya diri.
