Fokus Pascabencana Aceh

Hingga 19 Desember 2025, fokus pemulihan di Aceh adalah penanganan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor besar yang melanda wilayah tersebut pada akhir November hingga awal Desember 2025. 

Berikut adalah kondisi terkini pemulihan pascabencana di Aceh:

1. Pemulihan Infrastruktur dan Akses Jalan

  • Jalan Nasional: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan seluruh jalan nasional yang rusak akibat banjir dan longsor di Aceh akan pulih sepenuhnya pada 30 Desember 2025.
  • Akses Lintas Timur: Jembatan Krueng Meureudu di Pidie Jaya yang sempat rusak telah diperbaiki sementara dan kini sudah bisa dilalui kendaraan dari arah Banda Aceh maupun Medan.
  • Jembatan Darurat: Jembatan Bailey Teupin Mane di Bireuen resmi beroperasi sejak 14 Desember, membuka kembali akses mobilitas warga setelah terputus akibat sungai meluap.
  • Jembatan Gantung: Kementerian Pertahanan (Kemenhan) sedang membangun jembatan gantung di Pidie Jaya untuk memperlancar akses warga di daerah terisolir. 

2. Penanganan Pengungsi dan Hunian

  • Hunian Sementara (Huntara): Pemerintah telah mulai membangun hunian sementara bagi warga yang rumahnya hancur. Gubernur Aceh memastikan pembangunan hunian permanen akan dilakukan secepatnya.
  • Jumlah Korban: Hingga pertengahan Desember, tercatat 391 jiwa meninggal dunia dan 31 jiwa hilang akibat rangkaian bencana hidrometeorologi di Aceh.
  • Kesehatan: Sebanyak 539 tenaga kesehatan dan 33 tim Emergency Medical Team (EMT) terpadu telah diterjunkan ke seluruh wilayah Aceh untuk menangani pengungsi dan mencegah wabah penyakit. 

3. Pemulihan Ekonomi dan Sosial

  • Sektor Pertanian: Tantangan besar saat ini adalah pemulihan ekonomi bagi petani yang sawahnya tertimbun lumpur dan kayu dari pegunungan.
  • Layanan Pendidikan: Pemerintah fokus membersihkan sekolah dari sisa banjir dan lumpur agar aktivitas belajar mengajar tidak terhambat terlalu lama.
  • Estimasi Biaya: Rekonstruksi infrastruktur yang rusak di wilayah Sumatra (termasuk Aceh) diperkirakan membutuhkan anggaran antara Rp50 triliun hingga Rp70 triliun

4. Peringatan 21 Tahun Tsunami Aceh

Meskipun sedang dalam pemulihan banjir, masyarakat Aceh tetap bersiap memperingati 21 tahun Tsunami 2004 pada 26 Desember 2025 mendatang. Peringatan ini sekaligus menjadi momen refleksi bagi pemerintah untuk memperkuat ketahanan dan mitigasi bencana di tengah ancaman cuaca ekstrem yang terus berulang. 

Similar Posts